Cupang, dari Ikan Petarung Sawah Jadi Ikan Kontes Dunia
Sebelum jadi ikan hias populer dengan sirip yang memukau, cupang dulunya dipelihara untuk satu tujuan: bertarung.
Asli dari Sawah dan Rawa Asia Tenggara
Cupang (Betta splendens) berasal dari perairan dangkal seperti sawah, rawa, dan parit di kawasan Asia Tenggara daratan — terutama Thailand (dulu bernama Siam), Kamboja, Vietnam, dan Malaysia. Karena habitat aslinya sering berupa genangan air dangkal dengan kadar oksigen rendah, cupang berevolusi memiliki organ labirin yang memungkinkan mereka menghirup udara langsung dari permukaan — mirip seperti channa, meski keduanya tidak berkerabat dekat.
Asal Nama "Siamese Fighting Fish"
Sejak berabad-abad lalu, masyarakat Thailand sudah mengamati sifat agresif dan teritorial jantan cupang terhadap sesama jantan. Kebiasaan ini kemudian dijadikan hiburan berupa pertandingan adu cupang yang populer di Kerajaan Siam, lengkap dengan sistem taruhan. Karena tradisi inilah, cupang dikenal secara internasional dengan nama Siamese Fighting Fish.
Pada pertengahan abad ke-19, Raja Rama III dari Siam mulai mengumpulkan dan membudidayakan cupang secara sistematis. Beberapa dekade kemudian, spesimen cupang dikirim ke Eropa untuk diteliti secara ilmiah, dan pada tahun 1910 spesies ini resmi diberi nama ilmiah Betta splendens oleh Charles Tate Regan.
Dari Ikan Petarung Jadi Ikan Kontes Kecantikan
Seiring waktu, fokus budidaya cupang bergeser dari sekadar ketahanan bertarung menjadi keindahan visual — mulai dikembangkan varian dengan sirip panjang menjuntai (seperti Halfmoon dan Crowntail) serta kombinasi warna yang semakin variatif, termasuk corak seperti Black Orchid yang gelap elegan. Sampai sekarang, kontes kecantikan cupang rutin diadakan di berbagai negara, menilai bentuk sirip, simetri, dan kualitas warna.
Kenapa Cupang Jantan Harus Dipisah?
Sifat teritorial cupang jantan bukan mitos — dua jantan dewasa yang ditempatkan dalam satu wadah tanpa pembatas hampir pasti akan bertarung hingga salah satu atau keduanya terluka parah. Inilah kenapa cupang jantan lazimnya dipelihara dalam wadah terpisah, berbeda dari kebanyakan ikan hias lain yang justru lebih sehat dipelihara berkelompok.
Fakta Cepat
- Cupang bisa hidup di air dengan volume sangat kecil karena organ labirinnya — tapi ini bukan berarti mereka ideal dipelihara di wadah sempit; cupang tetap lebih sehat dan aktif di akuarium dengan ruang gerak cukup.
- Warna asli cupang liar sebenarnya cenderung hijau-cokelat kusam — warna-warna cerah seperti merah menyala atau biru metalik adalah hasil seleksi genetik selama puluhan generasi.
- Cupang jantan membangun "sarang gelembung" (bubble nest) di permukaan air sebagai bagian dari ritual kawin dan tempat menjaga telur.
Tertarik Punya Cupang Sendiri?
Koleksi cupang kami dipilih dari kualitas sirip dan warna terbaik, siap jadi penghuni akuarium kamu.
Lihat Koleksi Cupang